Ibu,... Rasa nyaman selalu membuat orang-orang sulit berubah....
Celakanya,..
kami sering kali tidak tahu kalau kami sudah terjebak oleh perasaan
nyaman itu…
Padahal di luar sana, di tengah hujan deras, petir, guntur,...
janji
kehidupan yang lebih baik boleh jadi sedang menanti...
Kami justru tetap bertahan
di pondok reot dengan atap rumbia yang tampias di mana-mana,..
merasa nyaman,..
selalu mencari alasan untuk berkata tidak atas perubahan,..
selalu berkata
‘tidak’…
Ibu,..
rasa takut juga selalu membuat orang-orang sulit berubah. ..
Celakanya,..
kami sering kali tidak tahu kalau hampir semua yang kami takuti
hanyalah sesuatu yang bahkan tidak pernah terjadi…
Kami hanya gentar oleh
sesuatu yang boleh jadi ada, ..
boleh jadi tidak...
Hanya mereka-reka,..
lantas
menguntai ketakutan itu,..
bahkan kami tega menciptakan sendiri rasa takut itu, ..
menjadikannya tameng untuk tidak mau berubah.”
"Tereliye"