Laa ilahaillalloh....
untuk mengikis kerak-kerak hati
yang telah menjadi jelaga hitam di masa remaja-ku.
Yang bisa membuka jalan hati dalam gundah...
Yang dapat meredam gejolak angan yang mengambang...
Yang mampu menghempas diri dari sudut-sudut kegelapan ...
Sungguh : Ada saatnya aku perlu diam,menahan pejam, menyatukan rasa...
Dan ketika itu, berjuta sesal dan kenangan seakan tanpa pahala.
Laa ilahaillalloh...
Kini, ranting-ranting yang berserakan dalam jiwa-ku
telah aku kemas dalam ikatan untuk Sang Khalik...
dan simpul-nya akan menjadi cabang tawakal bagi seorang mustami.